Rano Minta Pramuka Jakarta Aktif dalam Gerakan Pemilahan Sampah
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, resmi dilantik sebagai Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka DKI Jakarta Antar Waktu Periode 2024–2029 di Gedung Kwarda Gerakan Pramuka DKI Jakarta, Jalan Pangeran Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (25/7).
"harus berperan aktif,"
Usai dilantik, Rano menutup Musyawarah Luar Biasa Kwarda Gerakan Pramuka DKI Jakarta Tahun 2026. Ia menegaskan komitmennya untuk melanjutkan Rencana Kerja Kwarda Gerakan Pramuka DKI Jakarta 2024–2029 dengan sejumlah percepatan program agar seluruh target dapat tercapai pada akhir masa bakti.
Rano mengaku telah mempelajari hasil Musyawarah Daerah XIV, Rencana Kerja Kwarda 2024–2029, laporan tahunan Pramuka Jakarta, hingga aktivitas literasi digital yang ditampilkan melalui berbagai platform media sosial.
Pramuka di Tanjung Priok Ikuti Pelatihan Pencegahan Dini Kebakaran“Saya ingin kita melanjutkan Rencana Kerja kita, dengan melakukan program percepatan sehingga di akhir masa bakti kita nantinya, semua itu dapat tercapai,” ujarnya.
Rano menekankan, Pramuka Jakarta harus menjadi bagian utama dari program pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, Program Pramuka Peduli perlu menjadi perhatian utama, termasuk keterlibatan aktif dalam Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber melalui kolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Pertamanan dan Hutan Kota sebagai implementasi Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026.
“Pramuka Jakarta harus berperan aktif dalam Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber,” katanya.
Rano juga meminta Gerakan Pramuka mengambil peran sebagai pelopor dalam pencegahan perundungan, penyalahgunaan narkotika, serta meningkatkan keamanan konsumsi obat dan makanan.
“Saya ingin Pramuka Jakarta dapat menjadi ‘kakak’ bagi teman-temannya, menjadi pelopor pencegahan bullying dan penyalahgunaan narkotika serta pengamanan konsumsi obat dan makanan di masyarakat,” katanya.
Ia juga menegaskan pentingnya peran Pramuka dalam mendukung terwujudnya Jakarta sebagai Kota Global dan Berbudaya melalui pelestarian budaya Betawi yang melibatkan Dinas Pendidikan, Dinas Kebudayaan, dan Dinas Pariwisata.
“Pramuka Jakarta harus menjadi bagian utama dalam mewujudkan Kota Global dan Berbudaya, dengan Budaya Betawi sebagai identitas lokal sekaligus magnet pariwisata yang merepresentasikan kota global Jakarta,” ucapnya.
Pada kesempatan tersebut, Rano juga mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana melalui sinergi berbagai Satuan Karya (Saka).
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) , Dinas Pendidikan (Disdik), serta Kantor Wilayah Kementerian Agama DKI Jakarta atas dukungan terhadap pendidikan kepramukaan yang dinilai berkontribusi pada peningkatan Indeks Pembangunan Pemuda dan pembentukan karakter generasi muda.
Rano menambahkan, dengan terselenggaranya pendidikan kepramukaan di Gugus Depan, maka dapat dipastikan pembentukan karakter Pancasila pada generasi muda kita.
“Di Jakarta, tujuan Gerakan Pramuka itu kita implementasikan dengan Program Urban Scouting. Pada kesempatan ini saya mengajak seluruh jajaran Kwartir Daerah Gerakan Pramuka, di 6 Kwartir Cabang dan 44 Kwartir Ranting untuk kita bersama memajukan Gerakan Pramuka. Kita bangun bersama Kota Jakarta sebagai Kota Global yang Berbudaya,” tandasnya.